Apakah Autisme dan Down Syndrome Sama? Simak Jawabannya Berikut!

Orang yang berkebutuhan khusus seperti autisme dan down syndrome harus diberikan banyak perhatian. Dengan perhatian tersebut, penderita akan merasa dirinya jauh lebih baik. Namun sayangnya masih banyak orang yang menyamaratakan antara penderita autisme dan penderita down syndrome. Padahal ada beberapa hal yang mendasari perbedaan keduanya.

Setiap perbedaan juga harus mendapat perlakuan yang berbeda, jangan samakan antara penderita autis dan penderita down syndrome. Meskipun keduanya sama-sama berkebutuhan khusus. Berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya.

Penjelasan Mengenai Autisme dan Down Syndrome

Autisme

Autisme merupakan suatu keadaan pada seseorang yang mengalami keterlambatan perkembangan. Jadi orang yang terkena penyakit autis bukan karena faktor keturunan, sehingga dalam penanganannya bukan dengan memberikannya obat namun dengan melakukan terapi jangka panjang. Pada orang yang menderita autis sebenarnya memiliki IQ yang sama seperti orang pada umumnya.

Bahkan di beberapa kasus ada penderita autis yang memiliki IQ di atas rata-rata. Penderita autis ini hanya terkena kendala pada saraf sensorik yang membuat si penderita sensitif terhadap rangsangan dari luar. Sehingga pada umumnya penderita autis memiliki kendala sulit untuk komunikasi dan interaksi dengan lingkungannya.

Penderita autisme biasanya akan lebih suka menyendiri dan mengulang suatu gerakan maupun ucapan tertentu. Salah satu ciri orang yang terkena autis yaitu bisa dilihat dari cara pandang, jika melihat suatu benda maka si penderita tidak akan bisa fokus pada satu titik. Bisa juga dilihat dari mulut, penderita autis akan lebih suka banyak bergumam sendirian. Perilaku ini disebut juga mal adaptif.

Down syndrome

Jika autis terjadi bukan karena faktor keturunan, maka penyakit down syndrome merupakan suatu kelainan yang disebabkan oleh genetik atau faktor keturunan. Orang yang memiliki kelainan ini karena mengalami peningkatan kelainan pada kromosom. Sehingga menyebabkan seseorang mengalami keterbukaan mental dan juga fisik.

Down syndrome dalam dunia psikologis tidak dapat disebut sebagai gangguan mental namun lebih kepada ketidakmampuan seseorang dalam intelektual serta perkembangan. Meskipun orang yang terkena down syndrome berpengaruh pada mental dan fisik, bukan berarti orang tersebut tidak bisa unggul dalam dunia prestasi.

Contohnya saja Nick Alexander, orang yang memiliki kelainan down syndrome namun masih tetap bisa berprestasi. Ia dapat menduduki sebuah juara pada bidang olahraga dan bahkan sempat mewakili negara Australia untuk ikut ajang olimpiade.

Penderitaan Dapat Dilihat Mulai Kapan

Penderita autisme dan down syndrome bisa dilihat cirinya berdasarkan kelahiran. Untuk penderita autis tidak bisa dideteksi gejalanya pada saat baru lahir, namun penderita down syndrome bisa dilihat gejalanya meski baru lahir. Down syndrome ini bisa dilihat dari bentuk wajahnya, dilihat dari sudut mata yang menyipit dan bentuk mulut serta hidung yang kecil.

Meskipun penderita autisme dan penderita down syndrome memiliki ciri yang berbeda, namun keduanya tetap membutuhkan perlakuan khusus. Yang sangat perlu diingat yaitu penderita autisme dan down syndrome membutuhkan penerimaan yang baik dari lingkungannya. Sehingga mereka akan merasa dihargai dan tidak dikucilkan oleh lingkungan.

Sebagai langkah pertama dari Sbobet online untuk peduli terhadap orang yang mengalami kebutuhan khusus tersebut yaitu dengan mengetahui dan mengenali perbedaan antara penderita autis dan penderita down syndrome. Jika ada orang yang mengatakan down syndrome dan autis itu sama, itu tidaklah benar. Namun jika penanganannya tepat, setiap penderita bisa berprestasi tergantung bagaimana orang tua mengasuhnya.